Perbedaan antara pelatihan bersama pengembangan karyawan

Pelatihan dan pengembangan karyawan adalah sebuah subsistem di didalam suatu perusahaan yang utamakan terhadap perbaikan kinerja individu. Subsistem ini terlampau mutlak gara-gara perusahaan besar dan berkelanjutan bakal perlu karyawan bersama kinerja yang luar biasa pula.


Ada banyak sekali pengertian pelatihan dan pengembangan karyawan menurut para ahli. William G. Scott membatasi pelatihan sebagai sebuah kegiatan yang mempunyai tujuan mengembangkan pemimpin untuk menggapai keefektifan pekerjaan individual yang lebih besar dan interaksi antarpribadi didalam organisasi yang lebih baik, serta sesuaikan pemimpin kepada konteks seluruh lingkungannya.

Pelatihan karyawan adalah suatu sistem pendidikan jangka pendek, memanfaatkan prosedur sistematis dan terorganisir, di mana personal nonmanajerial mempelajari kebolehan dan ilmu teknis untuk tujuan tertentu.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 mengenai Ketenagakerjaan termasuk mencantumkan definisi pelatihan kerja, yaitu keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja terhadap tingkat keterampilan dan keahlian tertentu, sesuai bersama jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.

Adapun pengembangan karyawan didefinisikan sebagai sistem di mana karyawan, bersama perlindungan atasannya, menekuni bermacam program pelatihan karyawan untuk menambah keterampilannya dan memperoleh pengetahuan, termasuk keterampilan baru. Arahnya lebih terhadap menyiapkan karyawan sebagai individu untuk memegang tanggung jawab tidak serupa atau lebih besar.

Pengembangan karyawan jadi faktor utama untuk retensi karyawan di area kerja, terutama sementara ini, di mana angkatan kerja didominasi oleh generasi milenial. Metode-metode terpopuler didalam pengembangan karyawan yang digunakan perusahaan mencakup program-program pelatihan dan pengembangan kepemimpinan.

Pengembangan karyawan merupakan investasi bagi perusahaan. Secara langsung, investasi ini berdampak terhadap keterlibatan dan produktivitas karyawan, yang terhadap selanjutnya bakal menambah keberhasilan perusahaan.


Perbedaan antara pelatihan bersama pengembangan karyawan

Baik pelatihan maupun pengembangan karyawan, keduanya menambahkan ilmu praktis untuk menambah kebolehan karyawan, menambah kinerja karyawan, dan menunjang karyawan mengurangi kekeliruan didalam bekerja. Keduanya pun bisa diterapkan kepada karyawan yang sudah berpengalaman didalam bekerja, maupun karyawan baru.

Namun, dari lebih dari satu definisi sebelumnya, muncul perbedaan memahami antara pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pelatihan karyawan lebih dimaksudkan untuk menambah penguasaan keahlian karyawan atas pekerjaan spesifik dan yang dia melaksanakan sementara ini. Misalnya pelatihan presentasi, training komunikasi, training for trainers, dan lainnya.

Sementara pengembangan karyawan, lebih terhadap penyiapan dirinya untuk menguasai keahlian baru gara-gara bakal memegang pekerjaan tidak serupa dan biasanya menuntut tanggung jawab lebih besar.

Seperti diungkapkan Syafaruddin, pelatihan lebih diarahkan terhadap peningkatan kebolehan dan keahlian sumber energi manusia (SDM) perusahaan dalam memilih materi pelatihan, tentang bersama jabatan atau kegunaan yang jadi tanggung jawabnya sementara ini. Sasarannya adalah tercapainya peningkatan kinerja individu didalam jabatan atau fungsinya sementara ini tersebut.

Sedangkan pengembangan karyawan, sifatnya lebih formal. Pengembangan karyawan ini menyangkut antisipasi kebolehan dan keahlian individu yang perlu disiapkan bagi keperluan jabatan karyawan di masa mendatang. Sasarannya lebih luas daripada pelatihan, yaitu peningkatan kebolehan individu untuk mengantisipasi perubahan yang bisa saja berlangsung tanpa direncanakan.