Cara Menanam Tomat di Polybag dengan Mudah

Lahan bercocok tanam yang kecil tidak menjadikannya sebuah alasan untuk tidak membudidayakan tomat.Saat ini telah banyak petani yang membudidayakan tomat menggunakan media tanam polybag. Ada beberapa hal dan cara yang perlu Anda perhatikan dalam menanam tomat di polybag seperti berikut ini.

1. Memilih Benih Tomat

Pemilihan benih tomat menjadi sangat penting, karena kualitas benih akan menentukan kualitas panen tomat nantinya. Gunakan varietas tomat hibrida untuk hasil yang lebih memuaskan. Hal ini dikarenakan varietas hibrida lebih unggul jika dibandingkan dengan varietas lokal, baik dari segi produktivitas maupun ketahanannya terhadap penyakit.

Turunan kedua tomat hibrida menghasilkan variasi yang unggul, baik dalam bentuk, ukuran, warna, maupun ketahanannya terhadap penyakit. Oleh karena itu tomat varietas ini tidak dapat diturunkan kembali ke turunan kedua maupun ketiga.

Baca Juga: Bagaimana Cara Memilih Benih Tomat yang Baik

2. Menyemaikan Benih Tomat

Sebelum ditanam di dalam polybag, benih tomat perlu disemai terlebih dahulu. Teknik penyemaian tomat secara langsung dapat Anda lakukan dengan menggunakan seedling tray atau biasa kita kenal sebagai tempat penyemaian bibit. Media semai yang digunakan merupakan campuran tanah, pupuk kandang dan pasir.

Pastikan tempat atau lokasi yang digunakan untuk menyemai benih tomat terhindar dari hama pengganggu seperti semut karena dapat menghambat pertumbuhan saat terjadi perkecambahan.

Selain itu, perlu dilakukan penyiraman sebelum media tanam digunakan untuk menyemai benih tomat. Hal ini bertujuan agar media semai menjadi lebih padat sehingga benih tomat tidak tenggelam dalam tanah setelah disiram ulang menggunakan air.

Jika benih tomat sudah ditanam, kemudian tutup tipis-tipis menggunakan tanah dan basahi media tanam dengan air secukupnya. Pastikan tanah atau media semai benih tomat tetap terjaga kelembabannya.

Benih tomat memerlukan kondisi yang kelap dan hangat untuk bisa berkecambah. Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk menutup persemaian selama kurang lebih 3-5 hari.

3. Menyiapkan Media Tanam | Cara Menanam Tomat di Polybag

Anda dapat menyiapkan media tanam polybag sambil menunggu benih tomat tumbuh hingga memiliki 3 – 4 helai daun atau saat berumur sekitar 14-17 hari setelah semai. Gunakan polybag yang memiliki diameter minimal 30 cm. Lubangi bagian dasar polybag agar air siraman tidak menggenang di dalamnya.

Agar tanaman tomat bisa tumbuh dengan optimal dan menghasilkan tomat yang berkualitas, maka media tanam harus gembur, subur, serta bebas dari hama. Anda dapat mencampurkan tanah, pasir/sekam, pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 1:1:1 atau 2:1:1. Anda juga dapat mencampurkannya dengan pupuk KCL dan TSP secukupnya agar hama yang tertinggal pada media tanam bisa mati.

Perhatikan juga derajat keasaman media tanam. Derajat keasaman media tanam yang baik bagi pertumbuhan tanaman tomat yaitu diantara pH 6-7. Pertumbuhan tanaman tomat akan terhambat jika pH tanah kurang dari 6 atau lebih dari 7.

Untuk mencapai derajat keasaman yang ideal, Anda dapat menambahkan kapur seperti dolomit. Setelah dicampur dengan dolomit, media tanam kemudian didiamkan selama kurang lebih 1-2 minggu sebelum digunakan untuk penanaman bibit tomat.

Media tanam yang sudah disiapkan ini kemudian dapat Anda masukkan ke dalam polybag beberapa hari sebelum bibit dipindahkan. Hal ini bertujuan agar media tanam dalam polybag sudah cukup padat saat ditanami bibit tomat. Pastikan kembali bagian bawah polybag sudah diberikan lubang kecil-kecil untuk keluar air.

Polybag tersebut kemudian diisi dengan media tanam hingga 2/3 bagiannya. Kemudian polybag diletakkan di tempat terbuka dengan paparan sinar matahari pagi.

Baca Juga: 7 Cara Merawat Tanaman Tomat Agar Berbuah Lebat

4. Menanam Bibit Tomat dalam Polybag

Bibit tomat bisa dipindahkan ketika berumur 14-17 hari atau saat memiliki sekitar 3-4 helai daun sejati, batang yang kokoh, dan akar yang berkembang dengan baik.

Buatlah lubang tanam di bagian tengah tanah media tanam. Kemudian pindahkan bibit tomat secara hati-hati agar tidak merusak akar, batang, atau daunnya. Benamkan akar bibit tomat. Setelah itu tutup dengan media tanam di sekitarnya.

Jika seluruh bibit tomat sudah dipindahkan ke media tanam, selanjutnya siramlah tanaman tomat. Pastikan media tanamnya tetap lembab. Namun, pemberian air yang berlebihan justru akan membuat tanaman tomat membusuk dan mati.

5. Memelihara dan Merawat Tanaman Tomat

Ditanam dengan benar, tak menjamin tanaman tomat akan tumbuh dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeliharaan atau perawatan terhadap tanaman tomat Anda. Hal ini untuk menghindari adanya segala sesuatu yang menghambat pertumbuhan tanaman tomat maupun menyebabkan produktivitasnya menjadi terganggu.

Pembasmian Hama dan Penyakit

Pastikan tanaman tomat terhindar dari serangan hama maupun penyakit. Untuk menghindari ataupun mencegah hama dan penyakit Anda dapat menggunakan pestisida organik maupun pestisida berbahan dasar kimia. Namun, sebaiknya hindari penggunaan pestisida berbahan kimia karena dapat menimbulkan efek samping, khususnya bagi kesehatan.

Pembersihan Gulma

Anda juga perlu membersilkan rerumputan yang tumbuh liat di sekitar tanaman tomat. Gulma ini dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi dan unsur hara oleh tanaman tomat. Tentunya hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tomat.

Lakukan pembersihan gulma dengan cara mencabutinya satu per satu hingga ke akar untuk memastikan bahwa gulma tidak bisa tumbuh kembali.

Pengajiran

Setelah satu bulan penanaman, tanaman tomat diberikan ajir atau penopang tanaman yang terbua dari belahan bambu. Hal ini bertujuan agar batang tomat bisa tumbuh tegak dan tidak mudah patah atau rubuh saat tanamannya menjadi rimbun dan buahnya lebat.

Pemupukan Tanaman Tomat

Pemberian pupuk pada tanaman tomat yang ditanam di polybag dilakukan satu minggu sekali dengan dosis yang rendah. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pupuk yang hilang akibat terus menerus dilakukan penyiraman.

Tanaman tomat dapat dipupuk dengan pupuk yang mengandung nitrogen tinggi untuk merangsang pertumbuhan vegetatifnya. Caranya yaitu dengan melarutkan pupuk dalam air, kemudian dikocok agar tercampur merata.

Gunakan 10 gram pupuk ZA per 10 liter air. Memasuki masa generatif (berbunga), selain pemupukan dengan pupuk N, tanaman tomat juga perlu dipupuk dengan menggunakan pupuk P dan K. Komposisi ZA, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1: 2: 1 sebanyak 1-3 gram per liter air.

Selain pupuk yang diberikan pada akar, tanaman tomat juga memerlukan pemupukan pada bagian daunnya. Pemberian pupuk daun dapat Anda lakukan 10-14 hari sekali dengan cara menyemprotkaannya menggunakan sprayer. Dosis yang digunakan yaitu dengan konsentrasi yang rendah atau setengahnya.

Pemberian air dan pupuk perlu diimbangi agar tanaman tomat mendapatkan unsur hara dan mineral yang seimbang. Hal ini bertujuan agar media tanam tidak terlalu basa sehingga menyebabkan keracunan atau toksik pada tanaman.

Perhatikan kebutuhan kalsium pada tanaman tomat, terutama pada saat mengalami masa generatif. Ciri ciri tanaman tomat mengalami kekurangan kalsium yaitu gugurnya kuncup bunga dan terjadi pembusukan pada ujung buah tomat. Selain itu, daun tomat akan menggulung, menguning, berumur pendek dari yang semestinya. Keadaan semacam ini dinamakan sebagai blossom end root.

6. Memanen Tomat | Cara Menanam Tomat di Polybag

Tomat yang dibudidayakan di dalam polybag dapat dipanen saat berumur kurang lebih 2 bulan jika cara penanamannya sudah tepat.

Tanda-tanda buah tomat yang bisa dipanen yaitu saat telah berwarna hijau kekuningan hingga kemerahan. Cara pemanenannya sangat mudah, yaitu dengan cara memetiknya satu per satu dari pangkal tangkai buah tomat.

Demikian tadi cara menanam tomat di polybag. Sangat mudah bukan? untuk informasi menarik lainnya, Anda dapat mengunjungi website kami hanya di ClimChlap.