Cara Pengolahan Limbah Anorganik Sendiri di Rumah

Cara Pengolahan Limbah Anorganik – Limbah anorganik adalah jenis sampah yang sulit untuk terurai. Berbeda dengan limbah organik, limbah anorganik ini bukan berasal dari mahluk hidup.

Limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari bahan non hayati termasuk produk sintesis dan hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang.

Pencemaran tanah karena jenis limbah anorganik ini disebabkan oleh kandungan zat yang sulit terurai.

Zat yang lama kelamaan tidak terurai itu akan tertimbun di dalam tanah dan dalam waktu lama hingga menyebabkan rusaknya lapisan tanah.

Perbedaan Limbah Anorganik dan Organik

Ada empat perbedaan dasar antara limbah anorganik dengan limbah organik yang bisa dilihat dari sumber, kandungan yang dimiliki, ketahanan terhadap panas, dan reaksi yang dihasilkan.

1. Sumber

Limbah organik berasal dari sisa-sisa organisme hidup baik manusia, hewan, atau tumbuhan. Sedangkan limbah anorganik berasal dari organisme tidak hidup.

2. Kandungannya

Limbah organik umumnya mengandung karbon dan ikatan hidrogen. Limbah organik juga mengandung komposisi yang lebih kompleks dibandingkan limbah anogranik.

Sedangkan, limbah anorganik tidak memiliki kandungan karbon. Limbah ini memiliki materi tidak hidup dan mengandung mineral.

3. Ketahanan Panas

Limbah organik mudah terbakar jika terkena panas, sedangkan limbah anorganik lebih tahan panas.

4. Reaksinya

Sebuah penelitian menyebutkan jika limbah organik memiliki laju reaksi yang lambat dan tidak menghasilkan garam. Sedangkan limbah anorganik memiliki laju reaksi lebih cepat dan dapat membentuk garam.

Jenis Limbah Anorganik

Cara Pengolahan Limbah Anorganik

Limbah anorganik terbagi menjadi dua jenis, yaitu limbah lunak dan limbah keras.

1. Limbah Lunak Anorganik

Limbah lunak anorganik yaitu limbah yang bersifat lunak atau lentur serta mudah dibentuk.

Adapun contohnya antara lain sampah plastik, baik yang berbentuk kantong plastik, styrofoam, sedotan plastik, galon maupun bungkus makanan cepat saji.

Selain itu, terdapat juga limbah cair, misalnya bekas air deterjen, sabun cuci, minyak goreng, dan sebagainya.

2. Limbah Keras Anorganik

Limbah keras anorganik bersifat tidak mudah dihancurkan sebab mengandung bahan yang kuat.

Sampah ini hanya dapat dihancurkan dengan metode penghancuran tertentu, pemanasan, atau pembakaran.

Adapun contoh limbah keras, yaitu pecahan keramik, kaca, paku berkarat, dan bekas kaleng.

Selain kedua jenis limbah anorganik di atas, ada juga limbah anorganik gas atau angin yang tidak bisa terjamah oleh indra.

Limbah jenis ini berasal dari cerobong asap pabrik-pabrik produksi yang berbahaya untuk kesehatan dan dapat mengakibatkan bumi semakin panas.

Cara Pengolahan Limbah Anorganik

Pengolahan limbah anorganik bisa dilakukan dengan menerapkan sistem 3R (reuse, reduce, dan recycle).

  • Reuse artinya menggunakan kembali sampah anorganik yang masih bisa berfungsi.
  • Reduce artinya mengurangi penggunaan barang sekali pakai.
  • Recycle artinya mendaur ulang sampah anorganik menjadi benda-benda bermanfaat dan memiliki nilai baru.

Tips Pengolahan Limbah Anorganik

Penumpukan limbah anorganik yang terlalu lama bisa mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit.

Selain itu, penumpukan sampah yang tidak terurai pun bisa merusak lingkungan dan kesehatan mahkluk hidup lainnya.

Oleh karena itu, kita bisa berkontribusi dalam mencegah dampak yang lebih parah dengan mengelola penggunaan sampah anorganik untuk menjadi lebih bermanfaat.

Nah, kita bisa memilih beberapa tips cara pengolahan limbah anorganik yang mudah dan dapat dilakukan sendiri di bawah ini.

1. Cara Pengolahan Limbah Organik, Dibersihkan Dahulu

Sebelum diolah, bersihkan dahulu plastik yang akan digunakan kembali. Hal itu agar bahan plastik yang akan digunakan bisa terhindar dari kotoran yang masih menempel.

2. Cara Pengolahan Limbah Organik, Simpan Sisa Botol Plastik

Jika botol-botol plastik telah dibersihkan, kita bisa menyimpannya untuk berbagai keperluan.

Misalnya saja, kerajinan tangan, pekerjaan rumah, sampai menjadi pot tanaman.

3. Cara Pengolahan Limbah Organik, Kaleng Bekas untuk Hiasan

Jenis limbah anorganik yang bisa kita jadikan hiasan selain botol plastik, adalah kaleng aluminium.

Cuci bersih kaleng sisa tersebut, cat dengan warna yang menarik, lalu gunakan untuk berbagai kebutuhan. Contohnya, sebagai tempat pensil.

Kaleng bekas susu juga dapat digunakan kembali sebagai tempat hiasan bunga, hiasan kap lampu, dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan.

4. Cara Pengolahan Limbah Organik, Pakai Lagi Botol Kaca Bekas

Cuci bersih terlebih dahulu botol kaca bekas tersebut.

Botol kaca bekas perlengkapan kosmetik bisa kita gunakan kembali lho untuk menyimpan aksesoris berukuran kecil. Contohnya saja, jepit rambut dan cincin.

Sedangkan, botol kaca bekas minuman bisa juga kita gunakan kembali untuk menyimpan jus, minuman herbal, dan jenis minuman lainnya. 

5. Berikan Kepada UKM Kerajinan Tangan

Langkah berikut ini adalah langkah akhir yang memang sulit apabila harus dilakukan sendiri.

Jika kita sering membeli minuman dalam bentuk kemasan sachet, kita bisa menyimpannya dan menunggu hingga terkumpul dalam jumlah banyak.

Berikan limbah anorganik yang telah dikumpulkan kepada UKM yang memang fokus dalam mengolah dan menjual hasil kerajinan tangan.

Pasalnya, dengan tabungan sisa sampah plastik yang kita hasilkan, bisa membantu UKM dalam mengolah bungkus minuman bekas menjadi barang yang lebih berguna, seperti tas dan dompet.

Demikian artikel mengenai Cara Pengolahan Limbah Anorganik Sendiri di Rumah, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Kita semua, terima kasih.