Review Drama Korea Catch the Ghost

Drakor Catch the Ghost menceritakan tentang detektif mudah yaitu Yoo Ryung yang bergabung dengan divisi kepolisian subway uuntuk menemukan adik kembarnya yang telah menghilang. Dia melakukan berbagai cara termasuk membohongi partnernya yaitu Ko Ji-Seok.

Konflik utama dalam drakor ini adalah misteri pembunuhan berantai oleh “Hantu Subway”. Namun meskipun begitu, ada satu isu yang sering diangkat dalam drakor ini, yaitu masalah kelompok marjinal khusunya penyandang disablitias.

Strunggle Keluarga Penyandang Disablitias Mental

Catch the Ghost mengangkat perjuangan dari para keluarga yang mempunyai disabilitas. Contohnya Yoo Ryung yang dijelaskan bahwa kehidupannya tidak lepas dari mengasuh adik kembarnya yang mengalami spektrum autisme.

Bahkan sampai berkencan, hal ini karena dia tidak punya uang untuk menyewa seorang pengasuh. Suatu hari, Yoo Ryung ini naik pitam dan merasa marah, kecewa, dan kesedihannya ini membawanya ke sebuah tragedi. Dia meninggalkan adiknya di subway dan adiknya menghilangk, hal ini membuatnya merasa bersalah.

Sedangkan Ko Ji-Seok partner dan ketua tim dari Yoo Ryung juga mempunyai kisah yang sama. Dia mempunyai ibu dengan demensia, ibunya telah melupakan Ji-Seok dan hanya mengingat ayahnya saja. Ini membuat Ji-Seok harus berpura-pura menjadi ayahnya untuk menghibur sang ibu.

Mereka berdua dipertemukan bersama sebagai satu tim polisi subway. Ditengah misi untuk menemukan hantu subway, Yoo Ryung mulai bergantung ke Ji-Seok. Namun Ji-Seok ini merasa kewalahan mengikuti ritme dari Yoo Ryung. Mereka kemudian mulai saling melindungi dan menyukai satu sama lain.

Genre Komedi Romantis

Jika kita lihat sekilas memang Catch the Ghost ini terlihat menyedihkan dan serius, namun dalam drama ini ada komendi romantis dan hal-hal lucu yang terjadi, hal tersebut kami kutip dari situs BursaDrakor.com. Seperti saat mengubah skooter menjadi kendaraan polisi lengkap dengansirinenya.

Belum lagi Yoo Ryung yang selalu berusaha menyelesaikan kasus apapun yang ada sampai-sampai membuat Ji-Seok malah terancam diskor. Ikon utama dalam drakor ini adalah tokoh Kapten Kong yang mengenakan kostum untuk menyamar, sepeti menjadi anggota band rock, gelandangan, dan pelajar.

Terlepas dari semua sisi positif tersebut, drakor Catch the Gost ini terlalu fokus kedua tokoh utamanya, yaitu Yoo Ryung dan Ko Jin-Seok. Padahal ada karakter pendukung yang juga tidak kalah menarik untuk diceritakan sendiri.

Seperti Letnan Ha Ma-Ri yang merupakan mantan kekasih Ji-Seok, ada juga Kim Woo-Hyeok yang suke dengan Yoo Ryung dan merupakan anak emas Ma-Ri. Dan masih banyak lagi. Namun mereka belu punya porsi adegan dalam drakor ini.

BACA JUGA  Arsitek renovasi kantor daerah Jakarta Pusat Terbaik