Kemajuan Teknologi Game sampai ke Perguruan Tinggi

Chris Stephenson, Hend of Strategy and planning PHD Asia Pacific menyatakan dalam waktu dua decade lagi teknologi akan mengalami berbagai format yang lebih banyak dari sekarang. Bahkan ia bisa saja muncul di dalam benak manusia. “Cara anda mengakses teknologi terus berubah seiring berjalannya waktu. Smartphone bisa berubah ke kaca mata pintar, kaca mata pintar bisa berubah ke lensa pintar, lensa pintar bisa berubah ke lensa implant biologis.” Ujar Chris.

Di Indonesia tidak bisa kita pungkiri pertumbuhan teknologi makin hari makin pesat. Hal ini dapat anda lihat dari banyak nya peminat game online dari anak-anak sampai orang dewasa. Di samping sebagai kegemaran atau hanya sebagai penghilang rasa jenuh game juga bisa di pakai untuk mengajar kreativitas dan strategi yang mengasah pikiran.

BACA JUGA  fuel flow meter Pada SPBU Pertamina

Teknologi Game awal mulanya dibuat oleh A.S.Douglas pada tahun 1950 di university of cambrigade. Douglas mengkolaborasikan game buatannya melalui tesis dalam rangka interaksi antara computer dan manusia. Game pertamanya yang adadi dunia adalah permainan tic-tag-toe atau xoxo yang di program memakai computer EDSAC Faccum Tube.

Bahkan sampai kini pertumbuhan teknologi game sudah menginjak generasi ke delapan. Seiring berjalannya pertumbuhan teknologi game di dunia yang menjadi permasalahan adalah apakah kegemaran atau bakat itu bisa kita jadikan sebagai cita-cita atau bahkan menjadi pendapatan untuk diri anda kedepannya?

Sebagian orang mungkin berasumsi bahwa kegemaran bermain game hanya akan memberikan akibat buruk/dampak negatif untuk pemakainya, sebenarnya di luar negeri kegiatan sebagai Game Desain adalah suatu hal yang menjanjikan.

BACA JUGA  Tips desain website agar menarik pengunjung

Untuk menunjang peradaban teknologi game di Indonesia pemerintahan berupaya untuk mengembangkan kegemaran mereka salah satunya adalah dengan membuka jurusan teknologi game di sejumlah universitas di Indonesia seperti di universitas multi media Nusantara, institut teknologi sepuluh November, ITB, dan politehnik elektro negeri Surabaya.

Tidak hanya itu pemerintah juga perlu memberi biaya siswa untuk mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademi itu sehingga hal ini bisa memicu motivasi belajar untuk mahasiswa.

Dengan adanya kepandaian ini diharapkan Indonesia bisa mengembangkan ilmu teknologi dan mampu berlomba di kancah internasional.